Cara Terbaik Budidaya Bawang Merah

316 views

Cara Terbaik Budidaya Bawang Merah, Trik Menanam Bawang Merah beserta Tutorial pedoman budidaya nya bisa dilakukan oleh seluruh kalangan, asalkan beliau bersungguh-sungguh. Aku serta disini mengupayakan menyajikan info akurat berkaitan Trik budidaya Bawang Merah mudah-mudahan kabar dari aku selaku penulis Website ini bisa bermanfaat bagi Para Pembaca sekalian. Berikut Cuplikannya :

Cara Terbaik Budidaya Bawang Merah

Cara Terbaik Budidaya Bawang Merah

1. Pengelolahan Tanah.
Bersihkan Tanah dari Gulma & gemburkan tanah, & laksanakan teliti PH tanah, kalau PH di bawah 5,6 melakukan pengapuran dgn kaptan atau dolomit bersama dosis 1-1,5 Ton/ha. Pengapuran sebaiknya dilakukan 2 pekan sebelum pasca tanam, Pengukuran mampu memakai kertas lakmus, PH m, atau cairan PH tester. Pengambilan titik sample sanggup dilakukan dengan cara zigzag.

Pemuukan basic dilakukan 2 pekan sebelum pasca tanam, bersama menaburkan pupuk kandang dgn dosis 15-20 Ton/ha atau 5-10 Ton/ha kompos matang ditambah 200 kg/ha TSP.
Pelaksanaan Bendengan dilakukan pas kepentingan, umumnya bendengan dibuat ddengan ukuran 1,5-1,75 meter bersama jarak parit nol,5 meter bersama kedalaman nol,5 meter.

2. Pemeliharaan & Pemupukan
Penanaman tambah baik dilakukan dalam bedengan utk masa kemarau kurang lebih 20-25 & utk periode penghujan kurang lebih 40-50 centi meter. Penanaman tidak dengan memanfaatkan bedengan tak disarankan dikarenakan efek adanya genangan air yg mempengaruhi negatif pertumbuhan tanaman & meperbanyak timbulnya penyakit.

Kepentingan pupuk tiap-tiap tipe tanaman tidak serupa tergantung terhadap tingkat kesuburan tanahnya. Aksi pemupukan difungsikan utk memenuhi keperluan hara bagi tanaman, kalau suplai hara dalam tanah tak mencukupi.

Oleh dikarenakan pemupukan yg tak efisien bisa menyebabkan meningkatnya anggaran produksi. Pemupukan terhadap tanah-tanah yg produktif seperti di pusat produksi Kab Nganjuk & Probolinggo tak butuh berlebihan, lumayan memakai takaran urea 200 kg/ha, KCl 200 kg/ha & ZA 450-500 kg/ha yg masing- masing diberikan separo terhadap usia tanaman 15 & 30 hri.

Sedangkan buat pupuk basic bisa memakai pupuk kandang kotoran sapi 10-15 ton/ha atau kotoran ayam yg telah masak jumlahnya 5 ton/ha & TSP 150 kg/ha yg diberikan 7 hri sebelum tanam.

Kiat pemupukan sebaiknya dilakukan dngan menciptakan larikan disekitar tanaman & pupuk dibenamkan selanjutnya ditutupi tanah. Pemupukan secara tersebar sebaiknya tak dilkukan sebab tak efisien & jikalau pupuk menempel terhadap daun bakal menyebabkan trebakar.

Sesudah tanaman bawang merah dipupuk, sanggup diairi secara di “sirat”. Sebaiknya bawang merah disiangi lebih lalu sebelum dilakukan pemupukan biar gulma tak tumbuh makin subur.

Cara Terbaik Budidaya Bawang Merah

3. PASCA PANEN
Tanda-tanda tanaman yg siap dipanen : umur tanaman telah pass lanjut umur, sampel varietas bawang biru usia 60 hri, bawang varietas philipine usia 70 hri, & tak mengeluarkan daun belia.

Kondisi tanaman antaraa umbi & tubuh telah lembut, tanaman sejak mulai rebah, daun sektor bawah mulai sejak menguning dari ujungnya. Panen bersama kiat mencabut bilamana tanah gembur & umbi 90% di atas tanah, bakal tapi bilamana umbi tetap di dalam tanah sehingga butuh media bantu berupa sabit mungil buat menggali.

Penjemuran ditempatkan kepada bedengan second lahan tanam, dgn trik merebahkan bawang setebal 5 centimeter & daun ditaruh di bidang atas sedangkan umbinya tertutup daun, maka umbi bawang merah tak tampak terhadap penjemuran tersebut, terhadap akhir penjemuran umbi yg terlihat ditutupi bersama jerami.

Maksud pengeringan ini yaitu pengeringan daun, bukan pengeringan umbi. Lama penjemuran 7-10 hri tepat dgn kondisi cuaca.

Bila daun telah kering diadakan penalian. Penalian rata-rata dilaksanakan kepada tengah malam hri lantaran daun tak keras, Jikalau daun terlampaui keras umbi tidak sedikit yg lepas dgn daunnya.

Umbi yg lepas dari daunnya tak dapat disimpan lama & harganya di pasaran lebih murah. Apabila bawang tersebut ingin disimpan sehingga penjemuran dilaksanakan dalam kondisi ikatan bersama posisi umbi ditaruh di sektor atas.

4. HAMA TANAMAN BAWANG MERAH
Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn.)

Larva ulat tanah aktif menyerang tanaman bawang merah terhadap tengah malam hri dgn kiat memotong pangkal batang tanaman bujang. Sedangkan siang harinya larva ulat bersembunyi di dalam celah-celah tanah, rata rata bersama posisi badan melingkar. Pengendalian hama ini dengan cara kimiawi memanfaatkan insektisida berbahan aktif karbofuran. Dosis/konsentrasi cocok tips terhadap kemasan.

Baca juga:  Tips Untuk Belajar Grammar Bahasa Inggris dengan Cepat

Hama Putih (Thrips tabaci Lind.)
Siklus hidup Thrips berjalan sewaktu 3 pekan. Di daerah tropis, siklus hidup Thrips cuma terjadi sewaktu 7-12 hri, maka dalam satu th mampu mencapai 5-10 generasi. Tiap-tiap ekor Thrips betina bisa membuahkan telur sejumlah 80-120 butir tatkala hidupnya. Gejala serangan akan diamati terhadap daun bujang atau pucuk daun. Nimfa & imago menyerang tanaman bawang merah secara menghisap cairan daun. Bidang tanaman terserang dapat ternoda berwarna putih mengkilap seperti perak, setelah itu beralih jadi kecoklatan berbintik hitam. Serangan berat menyebabkan tanaman mati pun umbi yg dihasilkan berukuran mungil berkwalitas rendah. Pengendalian hama Thrips memanfaatkan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi serasi tutorial terhadap kemasan.

Ulat Bawang
Ulat bawang tanaman bawang merah yakni Spodoptera exiqua. Larva ulat bawang menyerang tanaman bawang merah dgn trik menciptakan lubang terhadap daun sektor ujung, seterusnya masuk ke dalam daun & memakan daun sektor dalam namun epidermis sektor luar konsisten dibiarkan, akibatnya daun tersebut nampak bercak-bercak berwarna putih, jikalau diterawang tembus cahaya. Kalau komune ulat bawang banyak sekali sanggup menyerang umbi bawang merah. Pengendalian kimiawi memanfaatkan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi pas pedoman terhadap kemasan.

5. PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH
Layu Fusarium

Layu Fusarium menyerang tanaman bawang merah terhadap bidang basic umbi lapis, maka pertumbuhan akar & umbi bawang merah terganggu. Gejala serangan bisa diamati dengan cara visual, ialah daun menguning condong terpelintir, tanaman gampang dicabut sebab akar membusuk. Terhadap basic umbi tampak cendawan putih, sedangkan kepada umbi lapis bila dipotong membujur nampak pembusukan yg berawal dari basic umbi seterusnya meluas ke atas ataupun ke samping. Tanaman mati mulai sejak dari ujung daun seterusnya menjalar sampai ke pangkal daun. Upaya pengendalian yg sanggup dilakukan antara lain meningkatkan PH tanah, memusnahkan tanaman bawang merah yg terserang, lakukan penggiliran tanaman pun penyemprotan kimiawi memanfaatkan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida. Dosis/konsentrasi pas anjuran terhadap kemasan.

Ngelumpruk
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Stemhylium vesicarium (Wallr Simmons). Gejala serangan penyakit ngelumpruk kepada tanaman bawang merah ialah terdapat bercak kekuningan yg tumbuh amat sangat tidak sedikit terhadap seluruhnya bidang tanaman. Penyebaran penyakit berjalan amat langsung cocok bersama arah bertiupnya angin di areal pertanaman. Cendawan Stemhylium vesicarium sanggup mematikan tanaman dengan cara cepat. Kumpulan tanaman yg mati langsung tampak seperti tersiram air panas. Kepada keadaan kelembaban hawa tinggi & berangin, sehingga infeksi akan dengan cara tunggal ataupun berasosiasi bersama cendawan Alternaria porri. Pengendalian dengan cara kimiawi memakai fungisida sistemik, sample bahan aktif yg mampu dipakai ialah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol & fungisida kontak, sample bahan aktif yg mampu difungsikan yaitu klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi cocok panduan kepada kemasan.

Bercak Cercospora
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Cercospora duddidae (Walles). Gejala serangan penyakit bercak Cercospora kepada tanaman bawang merah yakni terjadinya bercak klorosis kepada ujung daun & tidak jarang nampak terpisah dgn infeksi kepada pangkal batang. Daun terlihat belang-belang. Bercak klorosis berbentuk bulat berwarna pucat & bergaris tengah 3-5 mili meter. Pusat bercak berwarna cokelat juga terdapat bintik-bintik yg yaitu konidiofora jamur. Pengendalian dengan cara kimiawi memanfaatkan fungisida sistemik, sampel bahan aktif yg sanggup dimanfaatkan ialah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol & fungisida kontak, sample bahan aktif yg dapat dipakai ialah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi pas tata cara terhadap kemasan.

Baca juga:  Inilah Faktor Penunjang Daya Ingat Pada Anak-Anak

Bercak Alternaria
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Alternaria porri (Ell.) Cif. Gejala serangan penyakit bercak Alternaria kepada tanaman bawang merah yakni adanya bercak terhadap daun dgn pusat bercak berwarna ungu atau lebih gelap. Kepada daerah tersebut mampu ditemukan konidiofor yg bisa berkecambah mencetak konidiospora. Infeksi awal terhadap tanaman bawang merah ditandai adanya bercak berukuran mungil, melekuk ke dalam, berwarna putih bersama pusat bercak berwarna ungu atau abu-abu. Seandainya cuaca lembab, bercak berkembang sampai menyerupai cincin, sektor tengahnya berwarna ungu & tepinya kemerahan juga dikelilingi warna kuning yg bakal meluas. Ujung daun mengering atau bahkan patah. Permukaan bercak terhadap hasilnya berwarna cokelat kehitaman. Serangan parah berlanjut ke umbi, menyebabkan umbi membusuk berwarna kuning dulu jadi merah kecokelatan. Umbi membusuk & berair dimulai dari sektor leher, seterusnya jaringan umbi yg terinfeksi mengering juga berwarna gelap. Penyakit bercak daun Alternaria porri bisa dikendalikan dengan cara kimiawi memanfaatkan fungisida sistemik, sampel bahan aktif yg mampu diperlukan yaitu benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol & fungisida kontak, sampel bahan aktif yg dapat diperlukan merupakan klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi serasi panduan terhadap kemasan.

Embun Bulu
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Peronospora destructor (Berk) Casp. Serangan cendawan Peronospora destructor bersifat sistemik & lokal. Gejala serangan penyakit embun bulu terhadap tanaman bawang merah berlangsung terhadap awal pertumbuhan. Infeksi nampak terutama kala daun basah terkena embuh, nampak warna putih menyerupai bulu-bulu halus. Seandainya tanaman dapat berkukuh hidup, sehingga pertumbuhannya dapat macet, daun berwarna hijau pucat. Infeksi kepada daun sanggup tersebar ke bawah mencapai umbi lapis, seterusnya menjalar ke semua lapisan sampai berwarna cokelat. Penyakit embun bulu bakal dikendalikan dengan cara kimiawi memakai fungisida sistemik, sampel bahan aktif yg sanggup difungsikan merupakan benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol & fungisida kontak, sample bahan aktif yg sanggup dipakai merupakan klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi pas tips terhadap kemasan.

Antraknosa
Antraknosa kepada tanaman bawang merah yaitu cendawan Colletrotichum gloespoiroides Penz. Kerusakan tanaman bawang merah akibar serangan penyakit antraknosa sanggup mencapai 50-100%. Penyakit ini amat sangat berpotensi memunculkan kegagalan. Gejala serangan bakal di lihat dengan cara fisiologis, tanaman mati langsung dengan cara langsung. Serangan awal ditandai adanya gejala bercak putih kepada daun, seterusnya bakal terbentuk lekukan ke dalam (invaginasi), berlubang & patah dikarenakan terkuai sesuai kepada bercak tersebut. Seandainya serangan berlanjut bakal mencetak koloni konidia berwarna merah belia, dulu beralih jadi cokelat sepuh, & hasilnya jadi kehitaman. Umbi dapat membusuk pun daun mengering. Penyakit antraknosa akan dikendalikan dengan cara kimiawi memakai fungisida sistemik, sampel bahan aktif yg sanggup diperlukan merupakan benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol & fungisida kontak, sample bahan aktif yg mampu dipakai yakni klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb.

6. PANEN
Tanaman bawang merah sanggup dipanen terhadap usia 60-70 hss di dataran rendah, 80-100 hss di dataran tinggi. Tanaman bawang merah siap panen ditandai juga sebagai berikut :
Pangkal daun apabila dipegan telah lemah.
70-80% daun berwarna kuning.
Daun bidang atas sejak mulai rebah.
Umbi bawang merah tampak tersembul diatas permukaan tanah
Telah berjalan pembentukan pigmen merah & timbulnya bau bawang merah yg khas, pula tampak warna merah lanjut usia atau merah keunguan kepada umbi bawang merah.

Panen sebaiknya dilakukan dalam kondisi kering & cuaca cerah. Buat menghindari umbi tertinggal dalam tanah, 1-2 hri sebelum panen dilakukan penyiraman apalagi dulu memanfaatkan air. Panen dilakukan bersama mencabut seluruhnya tanaman dengan cara hati-hati, setelah itu tiap-tiap satu genggam diikat dgn 1/3 daun bidang atas. Pengikatan bertujuan buat memudahkan penanganan berikutnya.

Sekian Info tentang Cara Terbaik Budidaya Bawang Merah yg aku ketahui dari beraneka ragam sumber ingormasi mudah-mudahan bakal berguna bagi kita seluruh.

banner 300x280